2020: My Travel Story

Jembatan Penyeberangan Jalan Asia Afrika, Bandung.

Februari 2020
Dari sinilah awal mula rencana perjalanan itu bermula. Malam itu sebelum terlelap di Pulau Kapuk, iseng-iseng saya coba buka beberapa aplikasi penyedia layanan pemesanan tiket pesawat online. Sebut saja dia Ai*y dan Traveloka. Usut punya usut, ternyata harga tiket pesawat waktu itu lumayan murah. Akhirnya tanpa pikir panjang lagi, langsung saja saya utarakan berita itu ke sebuah grup Whatsapp yang beranggotakan teman-teman partner traveling.

Dan seperti yang saya duga, teman-teman pun menyambut antusias kabar gembira itu. Siapa yang ga seneng coba kalo dapat kabar tiket pesawat murah? Apalagi kalo udah dapet promonya... Hmm, berasa mau keliling dunia aja terus-terusan, hehe. 

Singkat cerita, kami bersepakat bahwa destinasi yang akan dituju untuk rencana perjalanan kali ini adalah Bandung. Yap, Bandung. Kota yang pernah menjadi lautan api inilah yang menjadi tujuan utama kami. Berikutnya, tanggal keberangkatan pun menyusul untuk segera diputuskan. Berhubung saya dan teman-teman masih bekerja, merumuskan waktu perjalanan tentunya adalah hal yang urgen dan harus dipikirkan matang-matang agar tidak berbenturan dengan agenda kerja. 

Hingga pada akhirnya, 22 s.d 28 April 2020 menjadi tanggal fix yang kami putuskan bersama, berikut dengan maskapai dan rute penerbangan. Kami memilih terbang menggunakan maskapai Citilink dengan rute Balikpapan (BPN) - Jakarta (CGK) PP. Mengapa Jakarta? Karena saat itu Bandara Husein Sastranegara Bandung sempat ditutup operasionalnya dan dialihkan ke Bandara Kertajati yang jaraknya sangat jauh dari pusat kota Bandung. Itulah sebabnya kami lebih memilih lewat Jakarta agar dapat menghemat waktu perjalanan.

Tampilan menu booking tiket via aplikasi Ai*y


(to be continued...)

Komentar

Postingan Populer